Manajemen Berat Badan pada Remaja

Posted by SRI AYU LESTARI on October 18, 2010 in Body Weight |

Berat badan adalah akumulasi berat tulang, otot, organ, cairan tubuh, dan jaringan adiposa. Beberapa dari komponen berat badan tersebut mencerminkan pertumbuhan, status reproduksi, variasi tingkat olahraga, dan efek penuaan. Pengaturan berat badan konstan dilakukan oleh sistem saraf, hormonal, dan mekanisme kimia yang menjaga keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Mekanisme tubuh yang abnormal menyebabkan adanya fluktuasi berat badan. Permasalahan berat badan yang umum terjadi adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas telah menjadi epidemi terutama di negara-negara maju. Namun, ketidakmampuan dalam meningkatkan berat badan juga dapat menjadi masalah.

Sistem pengaturan tubuh seperti neurokimia, simpanan lemak tubuh, massa protein, hormon, dan mekanisme pencernaan berperan penting dalam pengaturan asupan dan berat badan

Keseimbangan asupan dan pengeluaran energi merupakan dasar pengelolaan berat badan. asupan kalori yang dimakan harus diseimbangkan dengan aktivitas fisik. Walaupun hal ini terdengar mudah, namun sulit sekali untuk mencapainya. Pola perilaku makan yang sehat dan aktivitas fisik reguler harus dimulai sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa.

Kekurangan ataupun kelebihan berat badan merupakan masalah akibat adanya ketidakseimbangan antara asupan kalori dengan pengeluaran energi. Kasus yang umum terjadi adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Istilah kegemukan (overweight) dengan obesitas (obesity) seringkali dianggap sama, walaupun sebenarnya berbeda. Kegemukan menurut Rimbawan dan Siaginan (2004) adalah kondisi berat tubuh melebihi normal, sedangkan obesitas adalah kondisi kelebihan berat tubuh akibat tertimbunnya lemak untuk pria melebihi 20% dan wanita 25% dari berat tubuh. Penyakit obesitas terjadi karena ketidakseimbangan konsumsi kalori dan kebutuhan energi, yakni konsumsi kalori terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi di dalam tubuh disimpan dalam bentuk lemak.

masa remaja sangat erat hubungannya dengan aktualisasi diri. salah satunya adalah mengenai citraan bentuk tubuh atau biasa disebut dengan body image.Gambaran mengenai fisik terkait dengan citra tubuh. Schlundt (1990) mengatakan bahwa citra tubuh merupakan gambaran mental yang tertuju pada perasaan yang kita alami tentang tubuh dan bentuk tubuh kita yang berupa penilaian positif dan negatif. Langsing adalah salah satu aset yang dirasa perlu dimiliki untuk menambah nilai aktualisasi diri terkait dengan penampilan sehingga segala upaya dilakukan.  Remaja adalah mereka yang berusia 10 – 19 tahun.   Pada masa remaja, pertumbuhan berlangsung sangat cepat. remaja memerlukan energi lebih banyak untuk  pertumbuhannya. seiring perkembangan teknologi, semakin banyak kemudahan-kemudahan dan mainan yang dapat menurunkan tingkat aktivitas remaja sehingga tak sedikit remaja yang mengalami kegemukan bahkan obesitas. Tidak sedikit pula diantara mereka, terutama remaja putri yang melakukan diet demi mencapai tubuh ideal.

Kadang, keinginan melangsingkan tubuh menjadi suatu obsesi tanpa peduli pada kaidah-kaidah kesehatan. Pertumbuhan remaja yang pesat harus diimbangi asupan gizi yang cukup dan baik.  Jika pada usia ini kebutuhan gizi tidak terpenuhi, akibatnya pertumbuhan terganggu. Diet mempunyai pengertian kombinasi makanan dan minuman di dalam hidangan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Istilah diet secara awam adalah untuk menurunkan berat badan. padahal diet sendiri memiliki pengertian pengaturan pola makan untuk mengatur berat badan. Tidak sedikit remaja memiliki perilaku diet yang menyimpang. Conger & Peterson dalam Sarafio (1998) mengatakan bahwa pada masa remaja, biasanya mulai memperhatikan penampilan fisik dan merubah penampilan mereka. Ketidakpuasan terhadap tubuh dapat terjadi karena perubahan fisik yang dialami karena terjadinya pubertas, yaitu periode singkat dalam pematangan fisik yang melibatkan perubahan hormonal dan tubuh yang dimulai sejak awal masa remaja (Schlundt 1990).Kurangnya pengetahuan gizi pada remaja menjadi sebab dari adanya perilaku diet yang menyimpang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberian pengetahuan gizi dan kesehatan secara berkelanjutan kepada remaja agar dapat menerapkan pola hidup sehat sehingga terhindar dari obesitas. Pengaturan asupan makanan yang seimbang dan melakukan aktivitas fisik dapat menurunkan prevalensi kelebihan berat badan pada remaja.

Bulimia Nervosa

Posted by SRI AYU LESTARI on October 16, 2010 in nutrition |

Seseorang dengan bulimia nervosa memakan sejumlah besar makanan dan kemudian melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan kembali makanan tersebut, seperti memuntahkannya, menggunakan laksatif ataupun diuretik, dan berolahraga secara berlebihan.

Gejala bulimia nervosa adalah:

- memuntahkan makanan yang telah dimakan

- sangat memperhatikan bentuk dan berat badan

- melakukan diet ketat yang berlebihan

- memiliki kebiasaan menggunakan laksatif, pil diet, diuretik, melakukan olahraga secara berlebihan

Tags: , ,

Copyright © 2010-2014 sris0759's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.3, from BuyNowShop.com.